Assalamu'alaikum Sahabat...
Mungkin dalam kesempatan kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu berkaitan dengan judul ''Jangan Terlalu Mencintainya''.
Oke,langsung saja....selamat membaca,semoga bermanfaat :)
Oke,langsung saja....selamat membaca,semoga bermanfaat :)
Ketika menjalani proses pertemanan/ta’arufan dengan
teman ‘special’, coba deh kita cek perasaan, kebiasaan dan hati kita.
ada yang berbeda kan? Ada yang salahkan? Misalnya kita mulai melibatkan ‘dia’
kedalam kehidupan kita masing-masing. Perlahan kita mulai memiliki rasa
‘ketergantungan’ dengan dia yang semakin hari semakin baik kepada kita, yang
biasanya kita tergantung pada ibu kita masing-masing, sekarang jadi berubah.
Dulunya, sedikit-sedikit ibu, sakit bilangnya ke ibu, jatuh bilangnya ke ibu. Tapi sejak ada orang special dihati kita,
entah kenapa kita juga cerita pada ‘dia’, betulkan?
Lho, kalau begitu ceritanya bisa bahaya. Jika kita sejenak diam, akan
muncul ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan, sehingga pada akhirnya kita
akan terlalu mencintainya. Jangan dituruti! Terlalu mencintainya itu bahaya.
Sobat tahu kan, kenapa Juliet menenggak racun? Kenapa Laila menjadi majnun? Dan
kenapa pula Hayati tidak bisa mengabdi sepenuhnya pada sang suami? Hanya ada
satu jawaban. Mereka semua terlalu mencintainya. Maka, saat harapan tidak
sesuai dengan kenyataan, mereka tidak bisa menerimanya dengan keikhlasan.
Akhirnya, mereka sendiri yang dirugikan. Astaghfirullah.
Wahai sahabat, Allah swt tidak menyukai hal yang
berlebihan sebagaimana dijelaskan dalam potongan firmannya Q.S Al-A’raf ayat
31, yang artinya :
“.......... sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berlebihan”
Dalam ayat ini jelas tersirat bahwa Allah tidak menyukai
hal yang berlebihan termasuk dalam
urusan cinta. Karena mencintai secara berlebihan akan menimbulkan efek
yang berbahaya seperti contoh yang telah disebutkan diatas.
Selain firman Allah swt terdapat juga beberapa hadist
yang menjelaskan tentang larangan mencintai yang berlebihan, salah satunya
hadist yang diriwayatkan oleh At-turmudzi, dalam kitab mukhtarol hadist, yang
artinya:
“Cintailah kekasihmu (secara) sedang-sedang saja,
siapa tahu disuatu hari nanti dia akan menjadi musuhmu”.
Hadist ini memberikan suatu peringatan kepada kita
akan kesalahan dalam mencintai sesuatu yang berlebihan. Karena semua itu akan
membuat kita terpuruk jika semua dicintai secara berlebihan. Oleh karena itu,
janganlah menjadikan mencintai sebagai kegiatan yang merusak kebahagiaan, namun
sebaliknya jadikan mencintai sebagai penghias indahnya kehidupan.
Adapun hal negatif selain yang dapat timbul karena
cinta yang berlebihan adalah :
1.
Ketika putus tentu akan merasa patah hati dan sakit
hati.
2. Frustasi, kehilangan gairah hidup bahkan yang lebih
dikhawatirkan dia akan jatuh dalam keterpurukan.
3. Setelah seorang frustasi dan kehilangan gairah hidup,
maka bisa saja dia nekad bunuh diri.
Sahabat,
kita tidak pernah tahu seperti apa kehidupan kita kedepannya, dan seperti apa
pula cerita yang sobat miliki masing-masing. Semua masih jadi rahasia hingga
waktu yang menjawabnya. Setidaknya, jika salah satunya pergi (tidak berjodoh),
nantinya tidak ada yang sakit atau merasa sedih, sobat cukup mengikhlaskannya.
Indah bukan? Dan pada akhirnya tidak ada istilah menyakiti dan disakiti. Adapun
yang terjadi esok, sesuai atau tidak antara harapan dengan kenyataan, sobat
akan tetap bersaudara dengan teman special tersebut, bukan malah menganggap
tidak saling kenal atau bahkan sampai bermusuhan.
Nah, untuk mencegah perasaan ‘terlalu’ tersebut selama
proses pertemanan/ta’arufan, cobalah jangan keseringan balas pesannya, jangan
keseringan terima panggilannya, dan hindari sosoknya baik secara langsung
maupun melalui akun sosial medianya.
Selain itu, ada juga tips agar terhindar dari sikap
mencintai yang berlebihan :
- Jangan biarkan hati ‘bebas’.
Tahanlah
perasaan cinta dan berusaha bersikap wajar, perbanyaklah mengingat Allah swt, berdzikir
kepada-Nya agar hati tidak terlalu bebas dan hanya dengan mengingat Allah hati
akan tentram.
- Jangan terlalu memikirkannya
Karena belum tentu
dia juga memikirkanmu. Iya kan? Jangan terlalu memikirkannya, sampai selalu
terbayang wajahnya, segera ganti dengan kegiatan yang bermanfaat sepertibelajar,
membaca buku serta menghadiri atau mengadakan kegiatan keagamaan.