Kamis, 26 Oktober 2017

Jangan Terlalu Mencintainya

Assalamu'alaikum Sahabat...
Mungkin dalam kesempatan kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu berkaitan dengan judul  ''Jangan Terlalu Mencintainya''.
Oke,langsung saja....selamat membaca,semoga bermanfaat :)

Ketika menjalani proses pertemanan/ta’arufan dengan teman ‘special’, coba deh kita cek perasaan, kebiasaan dan hati kita. ada yang berbeda kan? Ada yang salahkan? Misalnya kita mulai melibatkan ‘dia’ kedalam kehidupan kita masing-masing. Perlahan kita mulai memiliki rasa ‘ketergantungan’ dengan dia yang semakin hari semakin baik kepada kita, yang biasanya kita tergantung pada ibu kita masing-masing, sekarang jadi berubah. Dulunya, sedikit-sedikit ibu, sakit bilangnya ke ibu, jatuh bilangnya ke  ibu. Tapi sejak ada orang special dihati kita, entah kenapa kita juga cerita pada ‘dia’, betulkan?

      Lho, kalau begitu ceritanya bisa bahaya. Jika kita sejenak diam, akan muncul ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan, sehingga pada akhirnya kita akan terlalu mencintainya. Jangan dituruti! Terlalu mencintainya itu bahaya. Sobat tahu kan, kenapa Juliet menenggak racun? Kenapa Laila menjadi majnun? Dan kenapa pula Hayati tidak bisa mengabdi sepenuhnya pada sang suami? Hanya ada satu jawaban. Mereka semua terlalu mencintainya. Maka, saat harapan tidak sesuai dengan kenyataan, mereka tidak bisa menerimanya dengan keikhlasan. Akhirnya, mereka sendiri yang dirugikan. Astaghfirullah.
Wahai sahabat, Allah swt tidak menyukai hal yang berlebihan sebagaimana dijelaskan dalam potongan firmannya Q.S Al-A’raf ayat 31, yang artinya :
“.......... sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan”
Dalam ayat ini jelas tersirat bahwa Allah tidak menyukai hal yang berlebihan termasuk dalam
urusan cinta. Karena mencintai secara berlebihan akan menimbulkan efek yang berbahaya seperti contoh yang telah disebutkan diatas. 

Selain firman Allah swt terdapat juga beberapa hadist yang menjelaskan tentang larangan mencintai yang berlebihan, salah satunya hadist yang diriwayatkan oleh At-turmudzi, dalam kitab mukhtarol hadist, yang artinya:
“Cintailah kekasihmu (secara) sedang-sedang saja, siapa tahu disuatu hari nanti dia akan menjadi musuhmu”.
Hadist ini memberikan suatu peringatan kepada kita akan kesalahan dalam mencintai sesuatu yang berlebihan. Karena semua itu akan membuat kita terpuruk jika semua dicintai secara berlebihan. Oleh karena itu, janganlah menjadikan mencintai sebagai kegiatan yang merusak kebahagiaan, namun sebaliknya jadikan mencintai sebagai penghias indahnya kehidupan.
Adapun hal negatif selain yang dapat timbul karena cinta yang berlebihan adalah :

1.      Ketika putus tentu akan merasa patah hati dan sakit hati.
2.  Frustasi, kehilangan gairah hidup bahkan yang lebih dikhawatirkan dia akan jatuh dalam keterpurukan.
3.     Setelah seorang frustasi dan kehilangan gairah hidup, maka bisa saja dia nekad bunuh diri.

Sahabat, kita tidak pernah tahu seperti apa kehidupan kita kedepannya, dan seperti apa pula cerita yang sobat miliki masing-masing. Semua masih jadi rahasia hingga waktu yang menjawabnya. Setidaknya, jika salah satunya pergi (tidak berjodoh), nantinya tidak ada yang sakit atau merasa sedih, sobat cukup mengikhlaskannya. Indah bukan? Dan pada akhirnya tidak ada istilah menyakiti dan disakiti. Adapun yang terjadi esok, sesuai atau tidak antara harapan dengan kenyataan, sobat akan tetap bersaudara dengan teman special tersebut, bukan malah menganggap tidak saling kenal atau bahkan sampai bermusuhan.
 
Nah, untuk mencegah perasaan ‘terlalu’ tersebut selama proses pertemanan/ta’arufan, cobalah jangan keseringan balas pesannya, jangan keseringan terima panggilannya, dan hindari sosoknya baik secara langsung maupun melalui akun sosial medianya.
Selain itu, ada juga tips agar terhindar dari sikap mencintai yang berlebihan :
-        Jangan biarkan hati ‘bebas’.
Tahanlah perasaan cinta dan berusaha bersikap wajar, perbanyaklah mengingat Allah swt, berdzikir kepada-Nya agar hati tidak terlalu bebas dan hanya dengan mengingat Allah hati akan tentram.
-        Jangan terlalu memikirkannya
Karena belum tentu dia juga memikirkanmu. Iya kan? Jangan terlalu memikirkannya, sampai selalu terbayang wajahnya, segera ganti dengan kegiatan yang bermanfaat sepertibelajar, membaca buku serta menghadiri atau mengadakan kegiatan keagamaan.



Jumat, 02 Desember 2016

Kisah Dibalik Kesuksesan

 

Saudaraku sekalian...

Setiap orang pasti menginginkan yang namanya kesuksesan,namun apakah cara mencapai kesuksesan itu mudah?

ya,tentu saja tidak mudah.Jalan untuk mencapai kesuksesan itu pastilah banyak lika liku,Disaat kita merencanakan atau bahkan berekspetasi bahwa kita akan meniti jalan lurus begitu saja tanpa hambatan,namun pada kenyataannya pasti ada yang namanya belokan yang sedikit melenceng yang menyebabkan proses menuju kesuksesan yang kita impikan akan melambat atau bahkan jika kita tak mampu mengendalikan emosi dan nafsu kita,terus berlarut dalam zona nyaman tentulah kita akan mengalami kegagalan dalam menjalaninya.

Lantas apa yang harus kita lakukan demi lancarnya jalan menuju kesuksesan kita masing-masing? 

Tentunya haruslah ada tekad dalam diri kita,bahwa kita benar-benar menginginkan sukses itu ada di genggaman kita.Dan hal selanjutnya yang harus kita lakukan adalah meninggalkan berbagai macam kegiatan yang dapat menghambat perjalanan kita menuju kesukesan,diantaranya seperti bermalas-malasan,melakukan hal yang kurang bermanfaat,menunda nunda pekerjaan,dan lain sebagainya.

Dalam prosesnya memang kita harus berani keluar dari zona nyaman agar kita dapat merasakan kenyamanan yang sebenarnya setelah kita berusaha melawan segala macam penghambat yang menghampiri.

Dan yakinlah dibalik kesuksesan setiap orang ada perjuangan yang sangat luar biasa,karena kita harus mampu mengendalikan diri kita agar tidak menempuh jalan yang salah.Seperti dalam sebuah pantun "berakit rakit ke hulu,berenang renang ketepian,bersakit sakit dahulu,bersenang senang kemudian''.

Yakin dan teruslah berusaha dengan cara yang benar,jangan hanya menginginkan sesuatu yang instan,karena suatu hasil takkan pernah mengkhianati prosesnya.


Rabu, 30 November 2016

Merangkai Kehidupan Bersama Allah

Assalamu'alaikum saudaraku sekalian....
Sabar dan syukur bukanlah kata yang asing lagi di telinga kita.Tapi apakah kita sudah menerapkannya dalam menjalani kehidupan ini?
Tentunya,setiap manusia pernah mengalami suatu permasalahan yang entah masalah kecil ataupun besar,itu tergantung dari cara kita menghadapinya untuk lantas menyelesaikannya.
Setiap orang terkadang berfikir bahwa dirinyalah yang mendapatkan cobaan atau masalah yang paling berat dan susah.Namun apakah kita pernah memikirkan bagaimana orang-orang yang berada dibawah kita? Mereka harus berjuang keras demi mendapatkan sesuap nasi,berjuang agar bisa terus menyelesaikan pendidikannya dengan keadaan yang begitu darurat.
Harusnya kita bersyukur atas semua hal yang menimpa pada diri kita,pastilah dibalik semua itu ada hikmah yang dapat diambil,memberikan suatu pengalaman yang sebelumnya tak kita miliki.
Hadapilah segala hal dengan bijak,jangan cepat berputus asa dalam menyelesaikan suatu permasalahan,ingatlah bahwa Allah tak mungkin memberi cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya.Jadi,tetaplah bersabar dalam meniti kehidupan di dunia ini,lakukanlah berbagai hal yang bermanfaat untuk bekal di akhirat nanti,dan tatkala mendapatkan suatu cobaan,cobalah untuk tetap tenang,pikirkanlah dengan bijak jalan keluar seperti apa yang harus ditempuh demi terselesaikannya masalah tersebut dan tetaplah bersyukur pada-Nya,karena sesungguhnya satu cobaan yang kita hadapi tak sebanding dengan besarnya kenikmatan yang diberikan-Nya sampai saat ini.
Yakinlah apabila kita sudah berusaha disertai dengan berdo'a,Allah pasti menolong kita dengan memberikan jalan keluar terbaik bagi masalah yang kita hadapi.😊

Jangan Terlalu Mencintainya

Assalamu'alaikum Sahabat... Mungkin dalam kesempatan kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu berkaitan dengan judul  ''Ja...